Header Ads

Kapolres Lima Puluh Kota Hadir Bersama Bupati Safni Sikumbang Dalam Penutupan Suluk Silsilah Syekh H. Mahmud Abdullah



Sarilamak – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti acara Penutupan Khalwat/Suluk sekaligus prosesi Pengukuhan Gelar dan Tauliyah Silsilah Syekh H. Mahmud Abdullah yang berlangsung di Ketinggian, Kecamatan Harau, pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi momen istimewa sekaligus bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, unsur kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menjaga tradisi spiritual yang luhur. 

Hadir secara langsung dalam acara tersebut Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang. Kehadiran beliau di tengah-tengah jemaah menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Turut hadir mewakili unsur kepolisian, Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Saiful Wahid, yang diwakili oleh Kasi Humas Polres, AKP Kurnia Adifa, S.H. Selain itu, kehadiran unsur keamanan juga ditandai dengan hadirnya perwakilan Kapolsek Harau, Ipda Irki Fauzi, S.Sos selaku Waka Polsek Harau. Kehadiran aparat keamanan ini menunjukkan perhatian Polri dalam menjaga kondusivitas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah. 

Dukungan dari unsur legislatif juga tampak jelas dengan hadirnya sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari berbagai fraksi, di antaranya perwakilan dari Fraksi PKB Yuliansof Gerindra Zulhimi Dt Rajo Suaro, dan Demokrat Dodi Arestu. Kehadiran mereka memperlihatkan kesatuan pandangan dalam mendukung program-program kerohanian yang bermanfaat bagi masyarakat 50 Kota. 

Tidak hanya bernuansa religi, acara ini juga sangat kental dengan nilai-nilai budaya dan adat istiadat setempat. Hal ini terlihat dengan kehadiran tokoh adat t, Zulhilmi Datuak Rajo Suaro, selaku Ketua Lembaga Adat Kabupaten Lima Puluh Kota. Beliau yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Silsilah Haji Mahmud Abdullah Tarantang, menegaskan pentingnya harmoni antara peran ulama dan ninik mamak dalam struktur masyarakat Minangkabau.

Kegiatan ini menandai berakhirnya masa khalwat atau suluk yang telah dijalani oleh para jemaah selama kurun waktu tertentu. Puncak acara ditandai dengan prosesi Pengukuhan Gelar atau Tauliyah, sebuah tradisi pemberian mandat spiritual dan amanah bagi mereka yang berada dalam garis silsilah untuk terus menjaga dan menyebarkan syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Dalam sambutannya, Bupati Safni menyampaikan, "Kami pemerintah daerah sangat mengapresiasi karena tradisi suluk ini masih terus terjaga di Kabupaten Lima Puluh Kota. Nilai-nilai kesucian, ketenangan, dan kedalaman spiritual yang didapat selama berkhalwat harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, dan bermanfaat bagi orang banyak," ujar Bupati Safni Sikumbang. 

Sementara itu, Syekh Mulyadi Ketinggian mengucapkan terima kasih atas kehadiran pihak kepolisian dan Bupati Lima Puluh Kota. Ia pun berharap, ke depannya kepada pemerintah daerah agar surau-surau Suluk yang ada di wilayah ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. 

"Semoga ke depannya surau-surau Suluk yang ada di 50 Kota diperhatikan oleh pemerintah daerah, karena masih banyak surau surau yang terbengkalai dikarenakan keterbatasan dana," harapnya. 

Acara yang bertepatan dengan tanggal 16 Syawal 1447 H ini ditutup dengan doa bersama serta silaturahmi hangat yang diwarnai suasana hari raya, dengan semangat "Minal 'Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin".(Red)

Tidak ada komentar

Selamat datang di Website WWW.Panjipost.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Andi Woo