Penanganan 14 Titik Longsor Oleh BPJN Sumbar Selesai : Jalur Tapan–Batas Jambi Kembali Dapat Dilalui
Sumbar ,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) terus melakukan penanganan intensif terhadap bencana tanah longsor yang melanda ruas Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi
Kepala BPJN Sumbar, E.P. Friandi melaporkan, sebanyak 14 titik longsor yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut telah berhasil dipulihkan dan per Selasa (20/10), arus lalu lintas di jalur tersebut dipastikan sudah kembali normal.
Adapun dalam proses pemulihan tersebut, BPJN Sumbar mengerahkan sebanyak 14 unit alat berat, yang terdiri dari ekskavator, wheel loader, motor grader, dan dump truck. Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material berupa tanah, bebatuan, batang pohon, serta material lain yang menutupi badan jalan, sekaligus mendukung penanganan pada titik-titik terdampak
Lebih lanjut beliau menyatakan, secara umum kondisi jalan saat ini sudah bersih dari material longsor utama. Sistem buka-tutup jalur pun sudah tidak diberlakukan lagi. Petugas di lapangan kini fokus pada pembersihan sisa-sisa material di bahu kiri dan kanan jalan.
Meski akses jalan sudah terbuka, pihak BPJN akan segera melakukan penanganan penanganan permanen di satu titik krusial, yakni di Km 219. “Saat ini kondisi jalan sudah bersih, tapi memang ada satu lokasi di Km 219 yang akan langsung kami tangani secara permanen. Sebab, badan jalan di titik tersebut amblas dan saat ini baru bisa dilalui satu lajur,” ujarnya.
Andi mengungkapkan bahwa ruas jalan ini memang berada di kontur perbukitan dan di tepi aliran sungai sehingga tergolong dalam peta rawan bencana longsor. Namun, peristiwa kali ini dinilai sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir.
“Selama 5 tahun terakhir, ini kejadian yang paling banyak dan paling besar yang mengakibatkan kerusakan badan jalan paling parah. Biasanya kejadian hanya di satu atau dua titik yang dalam 1–2 jam sudah bisa kami pulihkan,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan mengingat hujan masih kerap turun di sekitar lokasi, BPJN telah menyiagakan sejumlah alat berat seperti wheel loader dan excavator langsung di lokasi rawan.
“Meskipun ada hujan sekitar satu jam dalam beberapa hari terakhir, sejauh ini pemantauan dan pekerjaan di lapangan masih berjalan lancar. Kami juga menyiagakan alat berat di lokasi untuk siaga jika terjadi pergerakan tanah susulan,” katanya.
Diketahui, longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada 9–11 Oktober 2026 telah berdampak pada ruas jalan Tapan–Batas Jambi sepanjang 16,2 kilometer. Berdasarkan laporan penanganan bencana BPJN Sumbar, terdapat 14 titik longsoran, terdiri atas dua titik longsor di bawah badan jalan dan 12 titik longsor pada lereng di atas badan jalan
Sejumlah titik mengalami kerusakan dengan tingkat risiko tinggi. Pada Km 219+100, badan jalan mengalami longsor hingga setengah bagian sehingga berisiko sangat tinggi mengalami amblas. Sementara itu, titik Km 231+650 juga masuk kategori berisiko tinggi dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, longsoran besar dari lereng atas menutup akses di 10 titik, sedangkan dua titik lainnya mengalami longsoran kecil yang menutup setengah badan jalan. Kondisi tersebut membuat pembersihan dan pengamanan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta tingkat risiko di setiap lokasi.
Sumber: Haluan

Post a Comment