Operasi Zebra Singgalang 2025 Resmi Dimulai: Ditlantas Polda Sumbar Perketat Pengawasan, Pengendara Diminta Lebih Tertib
Dalam apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Ditlantas Polda Sumbar, suasana tampak lebih intens dibanding tahun-tahun sebelumnya. Personel lalu lintas, satuan pendukung, serta stakeholder terkait hadir lengkap, menegaskan keseriusan jajaran Kepolisian dalam menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Sumbar.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan upaya preventif yang sangat penting menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun.
“Operasi Zebra Singgalang 2025 ini kami laksanakan sebagai langkah awal untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar menjelang Operasi Lilin. Aktivitas masyarakat biasanya meningkat tajam menjelang libur Natal dan Tahun Baru, sehingga kesiapan dan kedisiplinan berlalu lintas menjadi sangat krusial,” ujar Kombes Reza.
Dirlantas menekankan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan kewajiban bersama.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Tidak ada perjalanan yang begitu penting sampai harus mengabaikan aturan. Dengan mematuhi peraturan lalu lintas, setiap pengendara telah menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Selama Operasi Zebra Singgalang 2025, jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan menerapkan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran lalu lintas yang paling sering menjadi penyebab kecelakaan. Adapun lima pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran utama di antaranya:
1. Tidak memakai helm SNI
Pelanggaran ini masih mendominasi dalam setiap operasi lalu lintas. Helm non-standar tidak mampu memberikan perlindungan optimal saat terjadi kecelakaan.
2. Melanggar rambu dan marka jalan
Termasuk menerobos lampu merah, tidak mematuhi garis stop, dan melanggar batas kecepatan.
3. Berkendara melawan arus
Pelanggaran berbahaya yang sering terjadi terutama di kawasan perkotaan dan menjadi salah satu pemicu kecelakaan fatal.
4. Menggunakan telepon genggam saat berkendara
Distraksi visual dan konsentrasi menjadi faktor besar penyebab kecelakaan yang semakin meningkat.
5. Tidak melengkapi surat-surat kendaraan
Termasuk tidak membawa atau tidak memiliki SIM, STNK, atau kendaraan tanpa kelengkapan standar.
Ditlantas Polda Sumbar menargetkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat setelah pelaksanaan operasi ini. Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar kecelakaan melibatkan faktor kelalaian pengendara yang sebenarnya dapat dicegah melalui kepatuhan dasar.
“Kami berharap Operasi Zebra tahun ini dapat meningkatkan disiplin masyarakat. Kami ingin angka kecelakaan bisa ditekan, bahkan kalau bisa turun drastis. Polisi tidak ingin menindak, tetapi ingin masyarakat aman,” tegas Kombes Reza.
Di akhir penyampaiannya, Kombes Reza mengeluarkan imbauan kuat yang ditujukan kepada seluruh pengendara di Sumatera Barat:
1. Siapkan kelengkapan kendaraan sebelum beraktivitas
Pastikan SIM dan STNK dibawa, lampu menyala, serta kendaraan dalam kondisi layak jalan.
2. Gunakan helm SNI dan kancing kan hingga klik
Helm yang tidak dikaitkan sama saja dengan tidak menggunakan pelindung sama sekali.
3. Hindari penggunaan ponsel
Segala bentuk komunikasi sebaiknya dilakukan setelah kendaraan berhenti di tempat aman.
4. Patuhi seluruh rambu dan marka jalan
Rambu dibuat untuk keselamatan, bukan untuk dilanggar.
5. Jadilah contoh bagi pengguna jalan lainnya
Sedikit kedisiplinan dari satu orang dapat menyelamatkan banyak nyawa.
“Mari kita jadikan Operasi Zebra bukan sebagai momok, tetapi sebagai pengingat bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Jadilah pengendara yang bertanggung jawab demi Sumatera Barat yang lebih aman,” tutup Kombes Reza.(*)

Post a Comment